Mitsubishi Torehkan Capaian Positif di GIIAS 2026
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"
Suasana, puncak acara Hari Anak Nasional Tahun 2025, di Pendopo Manggala Parasamya. Harian Jogja - Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya untuk terus melindungi dan memenuhi hak-hak anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan. Hal ini disampaikan dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 yang digelar di Bantul.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengatakan pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak di Bumi Projotamansari tumbuh dalam lingkungan yang aman dan sehat, sehingga siap menyongsong Indonesia Emas.
"Kami atas nama pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk menjaga dan melindungi anak, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun hak-hak lainnya. Harapannya, anak-anak Bantul nanti di era Indonesia Emas sudah siap menghadapi tantangan," ujarnya, Minggu (10/8).
Aris menambahkan, Bantul sejauh ini mampu mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori utama. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan komunitas perlindungan anak yang aktif melakukan pembinaan, edukasi, dan pengawasan.
"Langkah-langkah yang kami lakukan antara lain bekerja sama dengan komunitas perlindungan anak, memberikan pembinaan dan pengarahan agar anak-anak terjaga dari hal-hal yang tidak baik. Ke depan, kami optimistis bisa meraih predikat paripurna, meskipun saat ini secara nasional belum ada daerah yang meraihnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul, Ninik Istitarini, menjelaskan bahwa predikat KLA paripurna dapat diraih jika seluruh indikator, terutama indikator dampak, terpenuhi.
BACA JUGA: 3 Pedagang di Sewon Terusir Gegara Kios Dipakai Koperasi Merah Putih
"Paripurna itu artinya tidak ada lagi kekerasan pada anak, tidak ada pernikahan dini, tidak ada stunting, dan tidak ada kematian bayi. Saat ini kita sudah memenuhi indikator utama, tapi masih ada dampak yang belum sepenuhnya bisa dieliminasi," terangnya.
Ninik menyebut salah satu tantangan adalah mengurangi kasus kekerasan yang masih terjadi. Pihaknya tengah merumuskan strategi baru, termasuk kemungkinan pengaturan jam bermain anak untuk mencegah potensi risiko saat anak berada di luar rumah hingga larut malam.
"Kekerasan bisa terjadi karena kurangnya pengendalian, misalnya anak-anak pergi terlalu malam. Kami akan melihat penyebabnya dan mencari solusi, baik dari sisi keluarga maupun lingkungan. Semua sektor sudah kami libatkan, dan program berbasis keluarga juga terus kami jalankan," imbuhnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.