Kesbangpol DIY Dorong Perempuan Terlibat Langsung dalam Politik
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menandatangani berita acara penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kepada Bank BPD DIY di Ruang Yudhistira Balai Kota Jogja, Selasa (9/9/2025). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA— Penandatanganan berita acara penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY digelar di Ruang Yudhistira Balai Kota Jogja, Selasa (9/9/2025). Pemkot Jogka melakukan penambahan penyertaan modal kepada Bank BPD DIY sebesar Rp44,04 miliar. Sehingga total modal yang disetor Pemkot Jogja sebesar Rp468 miliar atau 14,76 persen dari keseluruhan modal yang disetor oleh pemegang saham.
BACA JUGA: Tiga BUMD Diguyur Miliaran Rupiah
Melalui penambahan penyertaan modal ini artinya Pemkot Jogja telah memenuhi seluruh kewajiban penyertaan modal dalam rangka pemenuhan modal dasar Rp4 triliun, sesuai dengan Perda Kota Yogyakarta No.17 Tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada BUMD.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Jogja, meski dalam kondisi seperti ini masih memberikan atensi untuk memberikan tambahan modal. Ini menjadi tantangan bagi Bank BPD DIY untuk bersama-sama menjaga perekonomian DIY tetap tumbuh. Serta menjawab tantangan agar dividen bisa meningkat.
Di tengah tantangan perekonomian dan perbankan yang cukup sulit, ia menyebut kredit dan pembiayaan Bank BPD DIY masih bisa tumbuh. Didukung ekonomi DIY yang masih tumbuh, sehingga menumbuhkan optimisme khususnya di sektor pariwisata dan turunannya.
"Ini memberikan harapan kepada kami semua, tentu Bank BPD DIY memanfaatkan peluang ini untuk tetap tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Kemudian terkait dengan dana pihak ketiga (DPK) dia bersyukur masih bisa tumbuh di tengah tekanan likuiditas perbankan secara umum. Sehingga pengumpulan DPK di lapangan menjadi lebih kompetitif.
Menyiasati hal ini dengan dukungan Pemkot Jogja, Pemda, dan Pemkab se DIY, Bank BPD DIY membuat terobosan-terobosan terkait dengan ekosistem digital. Menurutnya ekosistem digital ini yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan DPK dan UMKM. Semua ini dimanfaatkan agar tetap bisa tumbuh.
"Dengan tambahan modal Rp44.043.332.000 ini tentu buat kami BPD DIY makin percaya diri, bahwa modal kita saat ini untuk modal disetor Rp3,1 triliun dan modal inti kami plus cadangan, plus laba berjalan dan sebagainya hampir Rp5 triliun," jelasnya.
Santoso mengatakan Bank BPD DIY akan terus meningkatkan masalah digitalisasi baik dari sisi kualitas dan keamanan. Hal lain yang tidak kalah penting adalah masalah literasi.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengatakan target penyertaan modal ke Bank BPD DIY adalah sebesar Rp468 miliar. Sebelumnya baru terpenuhi Rp423 miliar, dengan penambahan Rp44 miliar ini maka sudah dipenuhi semua.
Hasto mengatakan pemerintah sedang dalam keadaan berat, namun karena ini sudah menjadi komitmen sejak kepemimpinan sebelumnya maka kewajiban penyertaan modal ini telah ditunaikan.
"Saya berharap mudah-mudahan dividen meningkat, bisa memberikan kontribusi pada pembangunan di Kota Jogja," harapnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.