Penyatuan Potensi Jadi Tantangan Jogja Smart Province
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Istimewa
NUSAKAMBANGAN- PT PLN (Persero) kembali bersinergi bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) Republik Indonesia melalui program pemberdayaan masyarakat sambut Hari Pelanggan Nasional 2025.
Hal ini diwujudkan dengan program kemitraan PLN Peduli dengan Lapas Nusakambangan berupa bantuan fasilitas pengelolaan Fly Ash & Bottom Ash (FABA) untuk warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan. Bantuan tersebut meliputi seperangkat instalasi pengolahan FABA yaitu bangunan, instalasi, mesin press batako dan mesin press paving.
BACA JUGA: Kapasitas Baterai iPhone 17 Bocor
Melalui bantuan tersebut sebanyak 142 orang tenaga kerja dengan 30 orang ahli terampil yang akan menggerakkan fasilitas ini, keseluruhannya merupakan warga binaan Lapas Nusakambangan. Diperkirakan total sebanyak 2 juta pcs paving dan 1 juta pcs batako dapat diproduksi selama setahun dengan omzet mencapai 5,4 Milliar per tahun.
Program ini menjadi langkah penting dalam membekali warga binaan agar lebih berdaya dan mandiri, sebagai persiapan kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Menteri IMIPAS didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Direktur Retail & Niaga PLN, Adi Priyanto, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri dan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi berkesempatan melakukan peninjauan fasilitas FABA di Nusakambangan pada Selasa (9/9).
Menteri IMIPAS, Agus Andrianto menyampaikan rasa syukurnya mengenai kegiatan yang telah diinisiasi oleh lembaga yang dipimpinnya bersama PLN sejak tahun 2024.
"Kami atas nama Kementerian IMIPAS mengucapkan terima kasih kepada PLN, atas kontribusi ini semoga warga binaan makin berdaya dan kita harapkan dapat terus berkolaborasi", jelas Agus.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam sambutannya menyampaikan dukungannya untuk program yang digagas Kementerian IMIPAS ini.
"Kami coba membangun rantai pasok end to end untuk produk FABA ini, kami terinspirasi dari diskusi dengan Bapak Menteri IMIPAS untuk membangun instalasi FABA ini bagi warga binaan. Saat ini masih etape awal program, ke depan akan terus kita kembangkan dan terus bersinergi bersama", jelas Darmawan.
Selain menghasilkan produk yang bermanfaat berupa paving persegi panjang, paving hexagonal, batako, rosster, buis beton D30 dan D50, instalasi pengolahan FABA Nusakambangan ini diperkirakan memiliki potensi penurunan emisi sebesar 1.598 ton CO2e per tahun.
Potensi penurunan emisi ini disebabkan dengan mengganti sebagian atau seluruh semen dengan bahan geopolimer yang berasal dari FABA, sehingga emisi karbon dari produksi semen dapat berkurang hingga 44%. Selain itu, pemanfaatan FABA sebagai bahan baku industri dan infrastruktur juga dapat mengurangi timbunan limbah, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.
Xavi Hernandez mengkritik jadwal internasional yang membuat Belanda menjalani empat laga UEFA Nations League dalam 11 hari.
Basement Transhome Sleman masih mengeluarkan asap dan bersuhu tinggi. Petugas melakukan pendinginan serta pemantauan dari luar.
PT Virgo Karya Shipping memastikan operasi salvage KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa dilaksanakan Oktober 2026.
Penggunaan QRIS parkir di Sleman belum mencapai 1%. Dishub Sleman bertahap melakukan digitalisasi dan menata kantong parkir.