Sukses Selenggarakan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (ketiga dari kiri) foto bersama peserta dan narasumber lainnya dengan memegang buku berjudul Nutrisi Penting untuk Pencegahan Stunting dalam bedah buku di Balai Perdukuhan Kemorosari 2, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa (10/2/2026)
GUNUNGKIDUL— Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar kegiatan bedah buku di Perdukuhan Kemorosari 2, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa (10/2/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting di Bumi Handayani.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan dalam kegiatan bedah buku di Perdukuhan Kemorosari 2, buku yang dibedah berjudul Nutrisi Penting untuk Pencegahan Stunting. Menurut dia, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan stunting. “Jadi tidak hanya gemar membaca, tetapi masyarakat juga diajak untuk ikut berperan dalam pencegahan stunting,” katanya, Selasa.
Gus Im, sapaan akrabnya, menuturkan pencegahan stunting merupakan salah satu program prioritas yang dijalankan oleh Pemerintah Daerah DIY.
Pasalnya, penanganan stunting dilakukan sebagai upaya menyelamatkan generasi muda ke depan agar memiliki daya saing dan tidak kalah dengan negara-negara lain. “Generasi muda merupakan masa depan bangsa. Karena itu, harus dipersiapkan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia menambahkan, masalah stunting tidak hanya berpengaruh pada tumbuh kembang anak, tetapi juga dapat mengganggu tingkat kecerdasan. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus diantisipasi melalui berbagai program penanggulangan.
Senada, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan kegiatan bedah buku merupakan salah satu upaya Pemda DIY untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Adapun pelaksanaannya, kata dia, tersebar di sejumlah titik di kabupaten dan kota di DIY. “Untuk kegiatan bedah buku di Padukuhan Kemorosari 2 ini merupakan yang pertama di Gunungkidul pada tahun ini,” kata Hadi.
Tren Gawai
Menurut dia, upaya meningkatkan literasi masyarakat dilakukan dengan pertimbangan kondisi saat ini. Pasalnya, tren masyarakat lebih dominan menggunakan gawai untuk menonton atau menelusuri video ketimbang membaca. “Padahal, kita memiliki perpustakaan digital yang bisa diakses dengan mudah. Karena itu, kami bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar program bedah buku untuk meningkatkan kegemaran membaca di masyarakat,” katanya.
Hadi menambahkan, kegiatan gemar membaca tidak hanya bertujuan meningkatkan budaya literasi, tetapi juga dapat menambah pengetahuan serta memperluas wawasan masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.