BEDAH BUKU: Tangkal Judol-Pinjol dengan Membaca

Media Digital
Media Digital Selasa, 15 September 2026 18:32 WIB
BEDAH BUKU: Tangkal Judol-Pinjol dengan Membaca

Anggota Komisi D DPRD Kulonprogo, Ika Damayanti Fatma Negara, menyampaikan materinya saat bedah buku di Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Senin (14/9)./ Harian Jogja - Khairul Ma'arif

KULONPROGO—DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Joglo Bantala Abyudaya, Padukuhan Kroco, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Senin (14/9/2026) siang.

Buku yang dibedah kali ini berjudul Negara dan Darurat Digital: Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online. Selain menjadi wadah diskusi literasi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus membentengi masyarakat perdesaan dari ancaman judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Anggota Komisi D DPRD Kulonprogo, Ika Damayanti Fatma Negara, menegaskan persoalan judol dan pinjol kini telah memasuki taraf memprihatinkan dan menyasar berbagai kalangan masyarakat. Ika mengungkapkan salah satu dampak konkret dari aktivitas ilegal tersebut adalah ancaman pencoretan nama dari daftar penerima bantuan sosial (bansos).

"Desil perekonomian warga bisa otomatis naik hanya karena mengakses judol dan pinjol. Akibatnya, status penerima bansos bisa dibatalkan karena dianggap sudah mampu secara finansial. Ini sangat merugikan," kata Ika, Senin.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan rentang usia pengakses judol dan pinjol didominasi kelompok usia produktif 19-35 tahun, termasuk para ibu rumah tangga yang rentan terjerat karena faktor waktu luang.

Menurutnya, kecanduan judol secara psikologis memiliki pola yang serupa dengan ketergantungan narkoba.

"Bermain judol memicu lonjakan hormon dopamin secara ekstrem, persis seperti sensasi jatuh cinta atau kecanduan narkoba. Dari hasil riset, salah satu cara melepaskan diri dari jeratan judol adalah berkonsultasi ke psikiater serta mencari kegiatan pengganti yang sehat untuk memproduksi dopamin," ujar dia.

Tak hanya itu, Ika juga mengimbau warga agar tidak menyalahgunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), baik milik pribadi maupun keluarga, untuk pendaftaran akun judol maupun pinjol.

Dalam kesempatan yang sama, Editor Buku Negara dan Darurat Digital: Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online, Aminuddin, menyebut kemudahan akses finansial digital bagaikan pisau bermata dua. Skema pinjol tanpa jaminan sering kali menjadi perangkap bagi warga yang terdesak kebutuhan ekonomi.

"Saat ini tercatat ada sekitar 8,5 juta pengguna terjerat judol dan pinjol di Indonesia, di mana 50 persen di antaranya merupakan Generasi Z dan Generasi Alpha. Angka ini menjadi alarm keras bagi kita semua untuk saling mengingatkan," ujar Aminuddin.

Praktisi, Guntur Yudhianto, menegaskan judi tidak akan membuat siapa pun menjadi jaya dan sukses. Pria yang memiliki pengalaman keluarga terkait judi tersebut mengatakan memahami betul bahwa aktivitas perjudian tidak menghasilkan apa pun selain kerugian.

"Tidak ada orang kaya atau sukses dari judi. Pemain judol tidak mungkin sukses kecuali bandarnya. Makanya, harus banyak ilmu dari membaca," bebernya.

Virus Membaca

Sementara itu, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, menyampaikan agenda tersebut merupakan bagian dari program menyebar "virus membaca" yang diinisiasi bersama DPRD DIY. Kegiatan di Padukuhan Kroco ini merupakan pelaksanaan yang ke-140 kalinya dan menyasar kawasan perdesaan.

"Melalui bedah buku dan pembagian buku gratis, kami berharap masyarakat dapat memahami dinamika sosial secara utuh, termasuk bahaya laten judol dan pinjol. Kami juga terus mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat melalui fasilitas Perpustakaan Keliling [Pusling] serta penyediaan ratusan ribu koleksi buku fisik maupun digital," kata Budiyono. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online