Yayaya Fest Hadirkan Festival Musik Inklusif dan Ramah Lingkungan di Kridosono
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Kepala Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinsos DIY, Danang Samsurizal, sedang menyampaikan prinsip-prinsip pengasuhan anak di Kantor Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (22/7/2026)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
SLEMAN—Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) Dinas Sosial DIY menggelar Peningkatan Kapasitas Safeguarding bagi Pengelola Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Kantor Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Rabu (22/7/2026). Pelatihan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN).
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti 31 peserta itu bertujuan meningkatkan kapasitas pekerja sosial, pengasuh, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan agar mampu memberikan layanan yang aman bagi anak sekaligus menerapkan perlindungan bagi petugas.
Ketua Panitia Pelatihan, Mulyanta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil evaluasi internal yang menunjukkan perlunya peningkatan profesionalitas pegawai. Menurutnya, BRSPA memiliki 58 pegawai sehingga pelatihan tidak dapat diikuti seluruh personel secara bersamaan karena pelayanan kepada anak harus tetap berjalan. Oleh karena itu, pelatihan dilaksanakan secara bertahap agar seluruh pegawai memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tanpa mengganggu layanan.
"Karena jumlah pegawai sangat minim, kami tidak mungkin menghentikan pelayanan hanya untuk pelatihan. Maka kami lakukan secara parsial agar pelayanan tetap berjalan, sementara kapasitas pegawai juga meningkat," kata Mulyanta saat ditemui di Kantor Kalurahan Sendangtirto, Rabu.
Menurut Mulyanta, pelatihan dimanfaatkan untuk memperbarui pengetahuan pegawai sekaligus menyesuaikan praktik pelayanan dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan profesional seluruh unsur pegawai, mulai dari tenaga administrasi, pendamping, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan. Ia menilai setiap unsur memiliki peran dalam menjamin keamanan dan kualitas layanan bagi anak.

Ia menjelaskan konsep safeguarding tidak hanya berfokus pada perlindungan anak sebagai penerima layanan, tetapi juga perlindungan bagi petugas yang setiap hari mendampingi mereka. Dengan lingkungan kerja yang aman, pelayanan kepada anak diharapkan dapat berlangsung secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan rasa aman bagi semua pihak.
Di sisi lain, Pekerja Sosial Profesional Dinas Sosial DIY, Feriawan Agung Nugroho, mengatakan pelatihan tersebut juga dilatarbelakangi berbagai potensi risiko yang dihadapi anak-anak di BRSPA. Saat ini balai mengasuh sekitar 75 anak dengan beragam latar belakang permasalahan sosial sehingga seluruh petugas perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai prinsip safeguarding.
Menurut Feri, berbagai keterbatasan kapasitas sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana dapat meningkatkan risiko kesalahan penanganan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kompetensi petugas.
"Masih banyak potensi risiko yang harus diantisipasi, baik karena keterbatasan kapasitas kami maupun sarana dan prasarana. Selain itu juga ada potensi kekerasan, perundungan, salah asuhan, hingga salah penanganan yang harus diantisipasi," kata Feri.
Feri menjelaskan materi pelatihan tidak hanya menekankan pemenuhan hak anak, tetapi juga membekali petugas dengan prinsip self safeguarding atau perlindungan diri. Peserta mempelajari penyusunan rencana intervensi yang mempertimbangkan kondisi anak, kesiapan petugas, serta faktor lingkungan agar pelayanan berjalan efektif sekaligus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak dan petugas harus berjalan beriringan. Dengan demikian, pelayanan di BRSPA dapat berlangsung aman, profesional, dan berkelanjutan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jadwal lengkap dari kedua arah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 22 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.