Cegah APBD Menumpuk di Akhir Tahun, BPKAD Jogja Bikin Sistem Pengingat

Media Digital
Media Digital Senin, 17 Agustus 2026 14:02 WIB
Cegah APBD Menumpuk di Akhir Tahun, BPKAD Jogja Bikin Sistem Pengingat

Jajaran BPKAD Jogja saat meluncurkan aplikasi SIAP beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)

JOGJA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran. Terobosan tersebut diberi nama SIAP atau Sistem Informasi Pengingat Penarikan yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja.

Inovasi itu dibuat untuk mengatasi persoalan penyerapan belanja daerah yang cenderung rendah pada awal hingga pertengahan tahun. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat pekerjaan menumpuk menjelang akhir tahun sekaligus berisiko menghambat optimalisasi pembangunan.

Kepala Bidang Perbendaharaan BPKAD Kota Jogja sekaligus Project Leader SIAP, Rr. Dwi Lestari Setyaningsih, mengatakan keterlambatan penyerapan anggaran tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan. Rendahnya perputaran anggaran juga dapat mengurangi dampak belanja pemerintah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Salah satu persoalan yang ditemukan adalah belum adanya mekanisme pengingat otomatis mengenai jadwal penarikan dana kas oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dari analisis permasalahan yang dilakukan, kebutuhan terhadap sistem pengingat tersebut menjadi salah satu hal yang harus segera ditangani,” ujarnya, dikutip Kamis (13/8/2026).

SIAP kemudian dikembangkan sebagai sistem pemantauan sekaligus pengingat digital bagi pengelola keuangan di masing-masing perangkat daerah. Sistem tersebut terhubung dengan komputer atau laptop yang digunakan pengelola keuangan dan memberikan notifikasi pop-up secara berkala.

Selain notifikasi, SIAP dilengkapi dashboard yang dapat menampilkan perkembangan penarikan anggaran secara real time. Informasi yang diberikan mencakup jadwal, nominal, serta progres penarikan dana berdasarkan jadwal Anggaran Kas yang telah ditentukan.

Dwi mengatakan penerapan SIAP telah melalui sejumlah tahapan sejak 2025. Prosesnya mencakup pembentukan tim, penyusunan sistem bersama tenaga ahli teknologi informasi, uji coba terbatas, hingga sosialisasi kepada perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jogja.

Kehadiran sistem tersebut diharapkan membuat pengelola kegiatan maupun keuangan dapat mengetahui kebutuhan pencairan lebih awal. Dengan demikian, persiapan dokumen pencairan dapat dilakukan sebelum mendekati batas waktu penarikan.

Di sisi lain, ketepatan waktu penarikan dana juga diharapkan membuat arus kas APBD lebih terjaga. Sistem ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta mengurangi pekerjaan administratif yang selama ini harus dilakukan pengelola keuangan.

BPKAD Kota Jogja selanjutnya berencana mengembangkan SIAP agar dapat terhubung dengan sistem keuangan daerah yang lebih luas. Pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam jangka menengah dan panjang.

Dwi menegaskan inovasi tersebut bukan sekadar sistem pengingat, melainkan bagian dari upaya memastikan anggaran daerah dapat digunakan sesuai jadwal dan kebutuhan pembangunan. Menurutnya, optimalisasi penyerapan APBD pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Inovasi SIAP hadir sebagai solusi strategis untuk memastikan setiap rupiah APBD terserap secara tepat waktu dan tepat sasaran, demi mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Jogja,” kata Dwi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online