Pesan Sultan HB X: Kemerdekaan Tak Cukup dengan Kedaulatan

Media Digital
Media Digital Senin, 17 Agustus 2026 19:22 WIB
Pesan Sultan HB X: Kemerdekaan Tak Cukup  dengan Kedaulatan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) melakukan memotong tumpeng dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangsal Kepatihan, Minggu (16/8) malam./ Harian Jogja- Ariq Fajar Hidayat

JOGJA- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai kedaulatan semata. Menurutnya, kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan agar cita-cita kemerdekaan tidak berhenti sebagai slogan.

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bangsal Kepatihan, Minggu (16/8) malam. Ia menyebut tema kemerdekaan tahun ini, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, merupakan satu kesatuan yang harus diwujudkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Sultan HB X menegaskan ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan. Kedaulatan tanpa keadilan, menurutnya, hanya akan menghasilkan kekuatan yang timpang.

“Berdaulat tanpa adil hanya melahirkan kekuatan yang timpang. Adil tanpa makmur hanya menyisakan cita-cita yang tak berpijak pada kenyataan,” kata Sultan HB X.

Sebaliknya, kemakmuran tanpa kedaulatan juga dinilai rapuh karena mudah dipengaruhi kepentingan dari luar. Karena itu, ketiganya perlu dijaga secara bersamaan sebagaimana cita-cita yang diwariskan para pendiri bangsa.

Bagi Sultan HB X, Malam Tirakatan bukan sekadar kegiatan untuk memperingati kemerdekaan. Malam tersebut menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dan melakukan introspeksi atas perjalanan bangsa.

Rasa syukur atas kemerdekaan, menurutnya, juga perlu disertai kesadaran untuk memperbaiki sikap dan tindakan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Menjadikan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bukan hanya cita-cita di atas kertas, melainkan laku nyata yang kita jalani bersama hari demi hari,” ujarnya.

Sultan HB X juga mengajak masyarakat mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan harta dan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan. Doa dipanjatkan agar para syuhada bangsa mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan diampuni dosa-dosanya.

Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum Imam Pratanadi mengatakan Malam Tirakatan digelar serentak di lingkungan pemerintahan hingga masyarakat sesuai kondisi masing-masing.

Menurut Imam, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi diisi dengan refleksi mengenai perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Di tingkat DIY, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI juga telah diisi sejumlah agenda. Sebelum Malam Tirakatan, Pemda DIY mengikuti secara daring Sidang Tahunan dan Pidato Kenegaraan Presiden RI serta menggelar pengukuhan Paskibraka DIY.

Rangkaian peringatan kemudian berlanjut dengan Upacara Bendera dan peringatan Detik-Detik Proklamasi pada Senin (17/8). Agenda lainnya mencakup pengibaran dan penurunan bendera, Malam Resepsi, serta ramah tamah bersama Paskibraka.

Pada malam yang sama dengan Malam Tirakatan, Apel Kehormatan dan Renungan Suci juga digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara untuk mengenang jasa para pahlawan. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online