Belanja Makin Cuan, Kokola Cookie Land Hadir di JFK 2026,
Kokola menghadirkan produk eksklusif baru di Jakarta Fair 2026 dengan promo hemat, permainan berhadiah, dan grand prize bersama Mamah Dedeh.
DPAD DIY dan DPRD DIY gelar bedah buku stunting di Gunungkidul untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak. /Harian Jogja-David Kurniawan.
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar kegiatan bedah buku, Rabu (11/3). Dalam kegiatan yang digelar di Balai Perdukuhan Warung, Kalurahan Gedangrejo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul itu, buku yang dibedah berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan stunting yang menjadi program prioritas milik Pemda DIY.
“Salah satu upaya yang dilakukan dengan program bedah buku ini,” kata dia, Rabu siang.
Lewat bedah buku ini, dia berharap masyarakat bisa memahami dan mengerti ihwal masalah stunting, baik ciri-cirinya maupun langkah pencegahan dan penanggulangannya.
“Stunting ini berkaitan erat dengan tumbuh kembang anak. Tetapi yang perlu diingat, stunting bisa dicegah sejak anak dalam kandungan,” kata Purwanto.
Menurut dia, untuk mencegah anak tumbuh stunting bisa dilakukan dengan memastikan asupan gizi terpenuhi dengan baik. Hal ini berlaku bagi ibu hamil maupun bayi yang baru lahir. “Untuk bayi bisa didukung dengan Air Susu Ibu [ASI] eksklusif,” katanya.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan gizi juga tidak perlu mahal karena bisa dipenuhi dari lingkungan sekitar rumah. Sebagai contoh, budi daya ikan lele dapat membantu memberikan gizi yang baik bagi anak atau melalui asupan telur ayam yang dipelihara sendiri.
“Jadi banyak bahan pangan di sekitar rumah yang bisa dimanfaatkan dalam upaya pencegahan stunting,” katanya.
Ditambahkan Purwanto, bedah buku ini tidak hanya menjadi sarana sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan stunting, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat yang masih tergolong rendah.
Senada, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, menambahkan bahwa urusan stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada kader kesehatan.
Menurut dia, keluarga dan lingkungan sekitar juga memiliki peran besar. “Karena anak-anak kita tumbuh setiap hari di rumah dan di tengah masyarakat,” kata dia.
Itulah sebabnya, lewat bedah buku ini masyarakat dapat belajar bersama, sehingga pengetahuan tentang pencegahan stunting tidak hanya berhenti di buku, tetapi benar-benar dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apalagi menurut informasi Bapak Dewan [Purwanto], wilayah Karangmojo ini angka stuntingnya relatif masih tinggi.”
Salah seorang peserta bedah buku, Riyana Kusumaningrum, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Pasalnya, buku yang dibahas memberikan pengetahuan berkaitan dengan pencegahan stunting pada anak.
“Jelas bermanfaat karena lewat buku ini bisa mengetahui ciri anak tumbuh stunting dan cara mencegahnya,” kata Riyana. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kokola menghadirkan produk eksklusif baru di Jakarta Fair 2026 dengan promo hemat, permainan berhadiah, dan grand prize bersama Mamah Dedeh.
Bank Jateng dan Pemkab Karanganyar memperkuat sinergi KPR subsidi, pariwisata digital, dan pembiayaan UMKM untuk mendorong ekonomi daerah.
Ketua DPRD Kulonprogo meminta Pemkab mengaudit penggunaan BBM kendaraan dinas setelah harga Pertamax naik dan menolak BTT menjadi solusi utama.
Harga pangan hari ini bervariasi. Bawang putih melonjak 7,14%, bawang merah naik, sementara sejumlah jenis cabai dan beras mengalami perubahan harga.
Hasil Piala Dunia 2026 Swedia vs Tunisia berakhir 5-1. Yasin Ayari mencetak dua gol dan membawa Swedia memimpin klasemen Grup F.
PSI berhasil menarik perhatian generasi muda lewat strategi digital dan politik anti-establishment. Namun, mampukah bertahan hingga Pemilu 2029?