Gets Premiere Yogyakarta Resmi Rebranding, Usung Konsep Resort
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
Istimewa
Desa Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, merupakan salah satu sentra pengembangan komoditas porang (Amorphophallus muelleri) di Jawa Tengah. Dengan kondisi tanah yang subur dan iklim yang mendukung, desa ini memiliki lebih dari 1.700 petani porang yang tersebar di delapan dusun, dengan rata-rata hasil panen mencapai 1 ton umbi per petani setiap musim.
Namun demikian, produktivitas budidaya porang di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan. Banyak petani yang masih menggunakan bibit lokal dengan kualitas rendah, serta menerapkan metode tanam yang masih tradisional. Selain itu, sistem distribusi hasil panen juga masih bergantung pada tengkulak, sehingga petani belum dapat memperoleh nilai tambah dan pendapatan yang optimal.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan ekonomi desa berbasis pertanian, tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PbM) bertema Optimalisasi Budidaya dan Distribusi Porang sebagai Strategi Peningkatan Ekonomi di Desa Karangtengah, Wonogiri. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas budidaya melalui pemberian bibit porang unggul kepada petani, serta sosialisasi teknik budidaya modern dan sistem distribusi yang lebih efisien.
Beberapa kegiatan utama dalam program ini meliputi:
Dr. Ir. Budiarto, MP., selaku ketua tim pelaksana program, menyampaikan: “Peningkatan ekonomi pedesaan tidak hanya dapat dicapai melalui panen yang melimpah, tetapi juga melalui perbaikan dari hulu ke hilir. Dengan bibit unggul dan sistem distribusi yang tepat, petani Karangtengah diharapkan mampu mandiri dan lebih sejahtera.”
Ibu Narsi, salah satu petani , mengungkapkan: “Kami senang mendapat bibit unggul yang kualitasnya lebih baik dari biasanya. Penjelasan tentang cara menanam dan merawatnya juga sangat membantu. Semoga hasil panen kami ke depan lebih baik.”
Bapak Eko dari Dusun Timbangan menambahkan: “Sosialisasi tentang distribusi hasil panen membuka wawasan kami. Kalau bisa dijual langsung atau lewat koperasi, tentu harga bisa lebih bagus dan pendapatan petani meningkat.”
Program ini juga mendorong semangat kolaborasi antarwarga serta mendorong pengelolaan budidaya porang yang lebih terorganisir. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga memperoleh bantuan berupa bibit dan pupuk sebagai dukungan nyata dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas bibit dan sistem distribusi yang adil, diharapkan Desa Karangtengah dapat menjadi contoh sukses pengembangan komoditas lokal yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ke depan, penguatan budidaya dan distribusi porang secara berkelanjutan di Desa Karangtengah bukan hanya menjadi upaya peningkatan pendapatan petani, tetapi juga menjadi strategi penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa serta memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
Libur HUT ke-81 RI mendorong lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja hingga 122.191 orang pada 14-17 Agustus 2026.
BPBD Bantul telah menyalurkan 706.500 liter air bersih untuk 4.623 jiwa terdampak kekeringan. DPRD dorong evaluasi penanganan krisis air.
Marvel Studios mengumumkan jajaran pemeran film X-Men terbaru di D23 Disney 2026. Disney juga membagikan informasi Frozen 3, Coco 2, hingga VisionQuest.
Google meluncurkan Gemini 3.7 Flash dengan kemampuan coding lebih canggih, dukungan AI agent, dan biaya penggunaan hingga 50% lebih murah.
Rem motor macet bisa membuat roda seret dan membahayakan pengendara. Kenali delapan penyebab utama serta cara mengantisipasinya.