Sukses Selenggarakan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan Komisi D DPRD DIY kembali menggelar bedah buku di Joglo Among Lare Padukuhan Pereng, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (6/2/2026).
KULONPROGO-Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY dan Komisi D DPRD DIY kembali menggelar bedah buku. Kali ini dilangsungkan di Joglo Among Lare Padukuhan Pereng, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (6/2/2026).
Buku yang dibedah berjudul Menang Sekejap Lost Forever, Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia. Masyarakat yang hadir dari berbagai kalangan dan gender.
Dalam kesempatan ini, Lurah Sendangsari, Suhardi, mengaku sangat berterima kasih. “Kegiatan semacam menjadi penting sebagai pengingat dan penyadaran tentang bahaya judi online,” ucapnya, Jumat (6/2).
Dia berharap kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat agar berhenti bermain judi online. Suhardi mengatakan, korban judi online di kalurahannya sudah sampai harus dimediasi dan bahkan ada yang rumah tangganya hampir berantakan.
“Kegiatan seperti bedah buku ini sangat dibutuhkan. Saya berharap setelah ini tidak ada lagi warga Sendangsari yang bermain judi online,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, menambahkan judi online itu tidak hanya menyasar anak muda. Menurutnya, ada ibu-ibu tetapi terjerat judi online. “Bahaya judi online menjangkiti seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan semacam ini menjadi ikhtiar kami untuk dapat menyadarkan dan mengingatkan agar masyarakat berhenti dari kegiatan judi online,” ucap anggota Fraksi Partai Gerindra ini.
Ika menilai jerat judi online sangat memabukkan sehingga seseorang yang sedang bermain sangat sulit disembuhkan. Dia memakai istilah seperti orang jatuh cinta yang sulit untuk dinasihati.
“Tidak pernah ada yang kaya dari judi online. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menyadarkan dan warga yang hadir dapat menyebarluaskannya,” ucapnya.
Bedah buku ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ketua RT.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono menuturkan bedah buku kali ini mengingatkan masyarakat akan bahasa judi online. “Bedah buku ini untuk pengetahuan kita agar tahu dan tidak melakukan judi online,” jelasnya.
Selama tiga hari ini, bedah buku dengan tema besar judi online diselenggarakan di Kulonprogo. Sasarannya di lima lokasi yang berbeda dengan tujuan dapat menjangkau seluruh daerah dan tidak terfokus pada satu titik saja. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, dipadati lautan manusia dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar sebagai bentuk tasyakuran
Karhutla di Bukit Stampol TNGR Lombok Utara menghanguskan 127 hektare lahan. BNPB memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga terdampak.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai di Indonesia Jumat 25 September. Timnas Indonesia menghadapi Singapura pukul 20.00 WIB di SUGBK.
DPR mendorong KAI mempercepat impor KRL bekas di tengah keterbatasan produksi INKA dan proyeksi penumpang Jabodetabek 480 juta pada 2031.
Kemenag DIY mendorong TPPK terbentuk di seluruh pesantren sebelum akhir 2026 untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan.