Berkat Inovasi dan Kolaborasi, SD Negeri Kasihan Bantul Raih Juara I Nasional SSK 2026
Konsistensi dalam mengembangkan pendidikan kependudukan selama tiga tahun mengantarkan SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, meraih juara 1 nasional
Ilustrasi
JOGJA - Kehidupan di usia 20-an kerap diwarnai berbagai tantangan. Tekanan akademik, tuntutan awal karier, hingga proses pencarian jati diri dapat menjadi sumber stres bagi kelompok dewasa muda.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Dr. dr. Yanti Ivana Suryanto, M.Sc. Melalui penelitiannya, ia menemukan bahwa praktik ibadat Taizé secara rutin berpotensi meningkatkan resiliensi dan spiritualitas sekaligus menurunkan tingkat stres pada kelompok dewasa muda.
Resiliensi stres merupakan kemampuan seseorang untuk beradaptasi, bangkit, dan pulih ketika menghadapi tekanan atau kondisi yang menguras emosi.
“Doa dan ibadat sering kali dianggap sebagai rutinitas dan aktivitas yang dilakukan oleh orang tua, namun bermanfaat pula bagi orang muda,” ujar Dr. Ivana.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental, yakni metode penelitian yang menguji dampak suatu perlakuan pada kelompok subjek dalam kondisi alami tanpa pembagian kelompok secara acak.
Dalam penelitian ini, peserta menjalani ibadat Taizé selama 30 menit setiap hari sebelum tidur malam. Praktik tersebut dilakukan selama 28 hari berturut-turut.
Rangkaian ibadat memadukan lagu bertempo sedang bertema syukur, bacaan mazmur, doa Bapa Kami, serta sesi hening.
Dampaknya kemudian diukur secara berkala menggunakan tiga instrumen, yakni Connor-Davidson Resilience Scale 25 (CD-RISC 25) untuk mengukur resiliensi, Daily Spiritual Experiences Scale (DSES) untuk mengukur spiritualitas, dan Perceived Stress Scale 14 (PSS-14) untuk mengukur tingkat stres.
Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan pada skala resiliensi dan spiritualitas yang disertai penurunan tingkat stres peserta selama periode penelitian.
Menurut Dr. Ivana, manfaat ibadat Taizé dalam penelitian tersebut tidak terlepas dari perpaduan tiga unsur, yakni nyanyian repetitif, doa, dan keheningan. Ketiganya dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih rileks.
“Ketika seseorang bernyanyi dan mendengarkan musik bertempo sedang, sekitar 60–80 ketukan per menit, pola pernapasan terpandu menjadi lebih lambat dan teratur. Proses hembusan napas yang lebih panjang dibandingkan tarikan napas dapat merangsang vagal brake, yaitu mekanisme biologis yang berkaitan dengan aktivasi sistem saraf parasimpatik,” terang Dr. Ivana.
Aktivasi sistem saraf parasimpatik berkaitan dengan kondisi tubuh yang lebih tenang, antara lain melalui penurunan frekuensi detak jantung dan ketegangan otot.
Efek tersebut kemudian dipadukan dengan doa dan sesi hening. Menurut Dr. Ivana, doa syukur dan kepasrahan dapat membantu mengarahkan perhatian pada hal-hal yang memberi makna dan harapan.
“Efek menenangkan dari pernapasan dan musik tersebut kemudian diperkuat oleh aspek doa dan saat hening. Pengucapan doa syukur dan kepasrahan membantu mengarahkan fokus pikiran pada hal-hal positif. Saat seseorang berdoa dengan penuh pengharapan, sistem penghargaan di otak yang melibatkan hormon dopamin turut aktif, memicu munculnya perasaan tenang dan sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, sesi hening memberikan ruang bagi peserta untuk berhenti sejenak dari aktivitas. Dalam suasana tersebut, seseorang dapat melakukan refleksi dan mengenali emosi yang sedang dialami, termasuk kesedihan maupun tekanan.
Temuan penelitian FK UKDW tersebut memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara praktik spiritualitas dan kondisi psikologis pada kelompok dewasa muda.
Bagi generasi muda yang menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian, kegiatan seperti berdoa, bernyanyi, dan berhening dapat menjadi salah satu bentuk refleksi diri dan strategi coping.
Penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi akademis FK UKDW dalam mengkaji kesehatan secara lebih luas, dengan melihat keterkaitan antara aspek fisik, psikologis, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konsistensi dalam mengembangkan pendidikan kependudukan selama tiga tahun mengantarkan SD Negeri Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY, meraih juara 1 nasional
Kenali lima tanda WhatsApp berpotensi diakses orang lain, mulai dari perangkat asing hingga pesan mencurigakan. Simak cara mengecek dan mengamankannya.
DWS meminta Polri mengusut tuntas dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit.
Calvin Verdonk tampil impresif saat Lille ditahan Bodo/Glimt 0-0. Bek Timnas Indonesia itu meraih Man of the Match dan rating tinggi.
Enam skandal penyadapan ilegal pernah mengguncang dunia, mulai dari Watergate, Angela Merkel, Pegasus, hingga kasus News of the World.
Baby Boomer, Gen X, Milenial, dan Gen Z punya kebiasaan berbeda saat rapat di kantor. Simak karakter dan preferensi masing-masing generasi.