Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
Bedah buku yang diselenggarakan DPAD DIY dengan DPRD DIY di Joglo Pawiro Sumarto, Godean, Senin (20/4). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berkolaborasi dengan DPRD DIY kembali menggelar program bedah buku pada 2026. Program ini diarahkan untuk menguatkan budaya baca melalui pilihan buku yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan, mengatakan kegiatan bedah buku digiatkan kembali sebagai instrumen peningkatan literasi. Pendekatan ini diharapkan mendorong masyarakat kembali berinteraksi dengan buku secara aktif.
“Bedah buku kami dorong kembali agar tingkat literasi masyarakat meningkat. Yang sudah baik dipertahankan, lalu ditingkatkan secara konsisten,” ujarnya, Senin (20/4).
Salah satu kegiatan digelar di Joglo Pawiro Sumarto, Godean, dengan membedah buku Passion to Mission. Buku tersebut mengulas pentingnya mengenali potensi diri dan menerjemahkannya menjadi tindakan nyata.
Menurut Sofyan, pemahaman atas potensi diri tidak cukup berhenti pada tahap kesadaran, tetapi harus berlanjut pada aksi yang terukur. “Intinya, mengenali potensi lalu mengoptimalkannya dalam tindakan konkret,” katanya.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, dengan dominasi anggota Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kapanewon Godean. Kelompok usia muda dinilai sebagai sasaran strategis karena berada pada fase pencarian dan pembentukan arah hidup.
“Pada fase ini, pemahaman tentang potensi diri menjadi krusial agar mereka mampu merumuskan tujuan hidup secara jelas,” ujar Sofyan.
Ia menilai metode bedah buku memiliki keunggulan dibandingkan pola membaca konvensional. Diskusi bersama narasumber, baik penulis maupun praktisi, membuka ruang pemahaman yang lebih komprehensif.
“Buku tidak hanya dibaca, tetapi dikaji bersama dari berbagai sudut pandang. Ini membuat pemahaman lebih mendalam,” katanya.
Konservator DPAD DIY, Satria Budidharma, menegaskan kegiatan ini bertujuan memantik kembali budaya baca. Ia menekankan bahwa literasi tidak terbatas pada membaca buku fisik, tetapi juga mencakup kemampuan menyaring informasi.
“Budaya baca yang kami dorong bukan sekadar membaca teks, tetapi juga kemampuan memahami dan memilah informasi secara kritis,” ujarnya.
Sepanjang 2026, DPAD DIY menargetkan sekitar 200 titik kegiatan bedah buku. Setiap lokasi mengangkat tema berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Topik disesuaikan dengan persoalan atau potensi wilayah. Jika isu yang muncul soal sampah, maka buku yang dibahas terkait pengelolaan sampah. Jika soal budi daya, kami sesuaikan,” katanya.
Salah satu peserta, Wisnu Ardianto, menilai kegiatan ini efektif membangkitkan kembali minat baca di tengah dominasi media digital. “Kegiatan seperti ini bisa mendorong masyarakat kembali dekat dengan buku,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran narasumber dalam bedah buku memberikan perspektif tambahan yang tidak diperoleh dari membaca secara mandiri.
“Peserta tidak hanya membaca, tetapi juga mendapatkan penjelasan yang memperkaya pemahaman,” katanya.
Melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual, program bedah buku diharapkan tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan pengetahuan secara praktis. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Bhayangkara FC melepas 15 pemain dan mempertahankan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi Super League musim 2026/2027.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.