Advertisement

Warga Diajari Mengoptimalkan Budi Daya Bawang Merah Hasil Melimpah

Media Digital
Selasa, 21 April 2026 - 05:47 WIB
Sunartono
Warga Diajari Mengoptimalkan Budi Daya Bawang Merah Hasil Melimpah Para narasumber dan peserta bedah bedah buku berfoto bersama menunjukan buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji. - Harian Jogja/David Kurniawan.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Perdukuhan Ngricik, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Senin (20/4). Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tapi juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan di masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan buku menjadi jendela ilmu bagi yang membacanya. Sesuai dengan tagline Mari Membaca, Mari Berkarya, maka kegiatan peningkatan literasi di masyarakat terus dilakukan.

Advertisement

Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, namun juga ada harapan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat lewat buku yang dibaca.

“Temanya tentang budi daya bawang merah. Jadi, buku yang diterima oleh para peserta bisa untuk belajar kemudian mempraktikkannya. Saya yakin, kalau berhasil, maka bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya saat menjadi pembicara bedah buku, Senin.

Gus Im, sapaan akrabnya menjelaskan, bedah buku ini tidak hanya memberikan wawasan berkaitan dengan penanaman bawang merah. Namun, juga ada ahli yang didatangkan untuk memaparkan secara langsung tentang budidaya agar dapat berhasil.

Menurut dia, di dalam buku yang dibahas juga dijelaskan tentang teknologi tepat guna agar budi daya bawang merah bisa mendapatkan hasil yang optimal. “Ada proses yang dilalui. Pertama, membaca buku, bisa memberikan inspirasi terus mempraktikkannya. Jadi, ada manfaat ganda dalam penyelenggaraan bedah buku,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono. Menurut dia, bedah buku yang terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY, bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat.

“Minat baca kita belum ada satu persen dari jumlah penduduk yang ada. Kalau dibandingkan negara-negara maju, masih kalah. Maka, digelar bedah buku sebagai salah satu upaya meningkatkan minat baca di masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Budiyono menggarisbawahi bahwa membaca tidak hanya berhenti dengan membaca buku yang diminati. Pasalnya, juga harus memahami isi dari buku sehingga bisa mempraktikan apa yang telah didapatkan.

“Misalnya dari budi daya bawang merah ini. Jadi, harapannya tidak hanya selesai membaca dan memahami isi, tapi juga bisa mempraktikan dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Salah seorang peserta bedah buku, Hariyono, mengaku senang dengan program bedah buku yang diselenggarakan di Balai Perdukuhan Ngricik. Sebagai seorang petani, ia memperoleh tambahan ilmu dari buku yang diterima, serta ada paparan narasumber berkaitan dengan proses budi daya.

“Selama ini saya hanya menanam padi atau kacang-kacangan. Dengan mengikuti bedah buku ini, saya bisa mendapatkan gambaran terkait dengan potensi bawang merah sehingga tertarik untuk membudidayakannya agar memperoleh keuntungan yang lebih,” katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 21 April 2026

Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 21 April 2026

Kulonprogo
| Selasa, 21 April 2026, 07:27 WIB

Advertisement

Tutup Galon Sulit Dibuka, Ini Cara Aman Membuka Tanpa Cedera

Tutup Galon Sulit Dibuka, Ini Cara Aman Membuka Tanpa Cedera

Lifestyle
| Senin, 20 April 2026, 16:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement