Gets Premiere Yogyakarta Resmi Rebranding, Usung Konsep Resort
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
Istimewa
BANTUL–Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sekaligus turut melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia, Sefia Diah Pratiwi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, menciptakan sebuah karya buku edukasi bertemakan proses pembuatan keris. Yang dimana dalam proses pembuatan keris ini masih sangat tradisional yang dilestarikan oleh seorang yang masih satu garis keturunan Kerajaan Majapahit .
Kegiatan ini dilakukan di Pusat Kerajinan Djiwo Diharjo, yang berlokasi diPusat Kerajinan Keris Djiwo Diharjo, Banyusumurup Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Didampingi oleh dosen pembimbing Nurfian Yudhistira, S.I.Kom., M.A., Sefia mengangkat keris sebagai objek utama dalam bukunya. Proyek ini bertujuan mengedukasi generasi muda terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai Proses Pembuatan, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam keris sebagai warisan budaya takbenda yang telah diakui UNESCO sejak tahun 2005.
"Keris merupakan salah satu senjata tradisional yang ada di Indonesia yang harus kita jaga dan kita kenalkan pada generasi generasi penerus bangsa agar lebih mengenai budaya tak benda dari leluhur kita. Melalui buku ini, saya ingin mengenalkan keris kembali secara luas kepada Masyarakat Yogyakarta terutama pada gen Z dan generasi penerus bangsa nuntuk lebih mengenal keris serta proses pembuatan keris yang dibuat secara tradisional. " ujar Sefia.
Pusat Kerajinan Djiwodiharjo, tempat berlangsungnya proyek ini, merupakan salah satu sentra pembuatan keris ternama di wilayah Kampung Keris, Banyusumurup, Imogiri, Bantul. Pemiliknya, Bapak Sutomo atau akrab dipanggil Momo, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Sefia dengan harapan adanya tugas akhir ini bukan hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa.
Buku berjudul “Seni Tempa Pamor Djiwo Diharjo” ini memuat narasi sejarah keris, filosofi setiap bentuk dan pamor, serta dokumentasi proses pembuatan keris secara tradisional. Penyusunan buku dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan empu pembuat keris, serta dokumentasi visual di lokasi pembuatan.
Buku ini selain dapat di jumpai di Pusat Kerajinan Keris Djiwo Diharjo juga dapat diakses melalui link ungu.in/ebookSeniTempaPamorDjiwoDiharjo.
Melalui buku edukatif ini, diharapkan generasi muda dapat lebih memahami dan menghargai makna keris, serta turut berperan aktif dalam menjaga kelestariannya sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia. Buku edukasi proses pembuatan Keris yang berjudul “Seni Tempa Pamor “Djiwo Diharjo”” ini telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 9 Juli 2025, yang memungkinkan Pusat Kerajinan Keris Djiwo Diharjo untuk secara resmi menggunakannya. Momo selaku pengelola Pusat Kerajinan Keris Djiwo Diharjo mengungkapkan rasa terima kasih atas dirancangnya buku ini sebagai media edukasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menghadirkan nuansa eklektik resort yang hijau dan rindang di tengah hiruk-pikuk kota, Gets Premiere Yogyakarta resmi melakukan soft opening pada Sabtu (15/8)
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.
Nasib 5 pembalap MotoGP 2027 masih tanda tanya. Binder dan Morbidelli dikaitkan dengan WSBK, Miller pasti pergi, Rins cari jalan, Viñales paling galau. Simak se