Milad ke-29 MAN 5 Sleman: Resmikan Sasana Krida Wiyata
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Suasana pelaksanaan bedah buku berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas di Balai Perdukuhan Sawahan 13, Jatiayu, Karangmojo, Rabu (11/3/2026).Harian Jogja/David Kurniawan
GUNUNGKIDUL-Anggota DPRD DIY, Purwanto mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting pada anak. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara bedah buku berjudul Stunting pada Anak: Pendekatan Keperawatan Berbasis Keluarga dan Komunitas yang digelar di Balai Perdukuhan Sawahan 13, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo, Rabu (11/3/2026).
“Stunting harus dicegah dan pelaksanaannya butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” kata Purwanto, Rabu siang.
Menurut dia, penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas dari Pemda DIY. Terlebih lagi, sambung Purwanto, di Kapanewon Karangmojo angka stunting terhitung tinggi sehingga upaya pencegahan harus dioptimalkan. “Pertama, harus mengetahui ciri-ciri stunting, yakni pertumbuhan tidak seperti anak normal karena tinggi badan tergolong pendek,” katanya.
Politikus Gerindra ini menambahkan bahwa masalah stunting tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan dan kondisi fisik lebih rentan terhadap serangan penyakit. “Makanya harus dicegah karena menjadi bagian untuk mencetak generasi emas yang unggul dan berkualitas,” katanya.
Salah satu upaya pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif kepada bayi. Selain itu, juga harus didukung dengan pemenuhan gizi yang baik sehingga dapat mendukung tumbuh kembang pada anak. “1.000 hari pertama kehidupan menjadi kunci. Makanya, tidak boleh disepelekan dan pemberian ASI secara ekslusif juga bisa membantu dalam upaya mencegah terjadinya stunting pada anak,” katanya.
Bedah buku tersebut, kata dia, bukan hanya menjadi bagian dari edukasi berkaitan dengan pencegahan stunting, tetapi juga salah satu langkah pemerintah meningkatkan minat baca masyarakat. “Tingkat kegemaran membaca dan budaya literasi di masyarakat masih rendah, makanya berharap dengan bedah buku ini bisa ditingkatkan,” kata Purwanto.
Salah seorang peserta bedah buku, Anwar Zayid mengaku senang dengan kegiatan ini. Dengan buku yang diberikan, dia mendapatkan wawasan tambahan berkaitan dengan pencegahan stunting. “Tentu memberikan banyak manfaat karena bisa belajar untuk ikut berperan dalam mencegah stunting,” katanya.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan kegiatan bedah buku yang digelar oleh DPAD DIY dan DPRD DIY merupakan upaya untuk meningkatkan minat dan daya baca di masyarakat.
Menurut dia, upaya meningkatkan literasi bukan tanpa alasan karena masih rendah. Diharapkan dengan program bedah buku yang terselenggara bersama dengan DPRD DIY bisa berdampak terhadap minat membaca di masyarakat.
“Karena ada penelitian di Jepang, bahwa dengan membaca dan menulis menggunakan pensil juga bisa mengurangi tingkat kepikunan,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.