JIKF 2026: Festival Layang-Layang Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jogja
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku berjudul UMKM Naik Kelas: Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing yang digelar di Beji, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Kamis (9/4/2026).
Upaya mendorong peningkatan literasi masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan bedah buku berjudul UMKM Naik Kelas: Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing yang digelar di Beji, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Kamis (9/4/2026).
Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi rutin bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY yang setiap tahun dianggarkan sebagai bagian dari penguatan literasi masyarakat. “Ini kegiatan yang setiap tahun kami anggarkan bersama DPAD DIY. Harapannya bisa diperluas sampai tingkat padukuhan dan kampung agar minat baca masyarakat meningkat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan bedah buku, Kamis.
Ketua Komisi C DPRD DIY itu menilai peningkatan minat baca berdampak langsung terhadap pengembangan keterampilan masyarakat.
Menurut dia, dengan literasi yang lebih baik, warga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Buku yang dibedah ini relevan dengan program pemerintah dalam menumbuhkan UMKM. Dengan membaca, masyarakat bisa mengasah keterampilan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan noninfrastruktur, salah satunya lewat literasi. “Kami punya misi membangun masyarakat dari sisi intelektual. Literasi menjadi kunci untuk mendorong kesejahteraan,” ujarnya.
Dia menyebutkan, meskipun tingkat literasi di DIY relatif lebih baik dibanding sejumlah daerah lain, tetapi secara nasional masih tergolong rendah dan bahkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada berbagai aspek, termasuk kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, lewat kegiatan bedah buku, peserta didorong untuk kembali membiasakan membaca buku cetak.
Pasalnya, kata dia, berdasarkan sejumlah penelitian, membaca buku fisik dinilai lebih efektif dibandingkan membaca melalui gawai karena minim distraksi.
Selain itu, Hadi menambahkan, kebiasaan membaca dan menulis tangan juga memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko demensia.
“Kami berharap buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dibagikan ke anggota keluarga, terutama anak-anak, agar budaya literasi tumbuh sejak dini,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
Kebakaran restoran Rong Beer Na Ladprao di Bangkok tewaskan 30 orang, mayoritas terjebak di toilet. 17 perempuan dan 8 pria teridentifikasi.
Diego Forlan ditunjuk sebagai pelatih sementara Uruguay usai Marcelo Bielsa mundur. Misi Forlan: bangkitkan La Celeste dan lolos ke Piala Dunia 2030.
BYD membuka opsi refund penuh kepada 1.265 konsumen di Australia setelah menjual mobil dengan tahun produksi berbeda. Kerugian perusahaan berpotensi menembus Rp
Apple siapkan chip M7 Ultra 2028 untuk AI, dengan memori 1,5TB dan performa setara Nvidia Blackwell. Langkah ambisius di era kecerdasan buatan.
Wonderwall milik Oasis berubah menjadi lagu keberuntungan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Tradisi baru ini menyatukan pemain dan suporter saat The Three Lio