KETAHANAN KELUARGA: Memberdayakan Perempuan lewat Literasi
Peningkatan pengetahuan melalui kebiasaan membaca buku dinilai menjadi bagian penting dalam pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga
Anggota DPRD DIY, Sofyan setyo Darmawan, sedang menyampaikan kiat-kiat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan pengetahuan di Aula Kantor Kapanewon Berbah, Sleman, Jumat (21/8/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
SLEMAN — Peningkatan pengetahuan melalui kebiasaan membaca buku dinilai menjadi bagian penting dalam pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Pengetahuan yang diperoleh dari bacaan dapat membantu perempuan memahami pengasuhan, pendidikan, komunikasi, hingga berbagai fungsi keluarga.
Hal tersebut dibahas dalam bedah buku “Inspirasi Pemberdayaan Perempuan: Menjadi Ibu yang Berprestasi” yang digelar di Aula Kantor Kapanewon Berbah, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY tersebut menghadirkan anggota DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan, Praktisi Keluarga Sapta Budi Ariani, Penulis Buku Rochma Yulika, serta Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY Muhammad Hadi Pranoto.
Sofyan Setyo Darmawan menilai pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan ekonomi. Pemberdayaan juga perlu meningkatkan pengetahuan dan kapasitas perempuan agar mampu menjalankan delapan fungsi keluarga, yakni keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.
“Jangan hanya fokus pada fungsi ekonomi. Belajar mencari cuan itu baru satu dari delapan fungsi,” kata Sofyan, Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, pengetahuan diperlukan agar perempuan mampu menjadi teladan bagi anak, termasuk dalam hal ibadah, perilaku, pengasuhan, pendidikan, hingga kepedulian terhadap lingkungan. Ibu juga memiliki posisi penting sebagai pendidik pertama bagi anak sehingga peningkatan kapasitas perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Praktisi Keluarga Sapta Budi Ariani mengatakan pengetahuan mengenai karakter dan kecerdasan anak dapat membantu orang tua menentukan pola komunikasi serta pendidikan yang sesuai. Setiap anak memiliki karakter dan kecerdasan yang berbeda sehingga orang tua perlu memahami kebutuhan masing-masing.
Pemahaman tersebut dapat membantu keluarga membangun komunikasi yang lebih efektif, menyediakan lingkungan belajar yang sesuai, serta mengembangkan potensi anak tanpa memaksakan standar tertentu.
Sementara itu, Penulis Buku “Inspirasi Pemberdayaan Perempuan: Menjadi Ibu yang Berprestasi”, Rochma Yulika, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik.
“Doa, pengorbanan, keteladanan, waktu, dan tenaga orang tua turut membentuk karakter serta masa depan anak. Pendidikan itu kata kuncinya adalah keteladanan,” kata Rochma.
Menurutnya, perempuan perlu terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjalankan peran sebagai ibu, pasangan, sekaligus anggota masyarakat. Perempuan berprestasi, lanjut dia, tidak harus terkenal, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan kemampuan membaca bukan sekadar memahami tulisan, tetapi juga mengolah informasi, menceritakan kembali isi bacaan, dan mempraktikkannya dalam kehidupan.
Untuk itu, Hadi mengajak masyarakat membiasakan membaca buku dan tidak berhenti setelah selesai membaca. Buku yang telah selesai dibaca dapat dipinjamkan kepada keluarga atau tetangga agar manfaat pengetahuan dapat menyebar lebih luas.
Menurutnya, literasi memiliki keterkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan. Perempuan yang memiliki pengetahuan lebih memadai memiliki bekal untuk mendidik anak, membangun komunikasi dalam keluarga, serta mengambil peran di lingkungan.
Dengan demikian, kebiasaan membaca tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat ketahanan keluarga. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peningkatan pengetahuan melalui kebiasaan membaca buku dinilai menjadi bagian penting dalam pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga
Prakiraan cuaca BMKG Sabtu 22 Agustus 2026 di daerah rawan tanah longsor Jogja meliputi Samigaluh, Girimulyo, Gedangsari, dan Lereng Merapi.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia dalam lima rute. Simak jam operasional dan tarif Rp80.000.
Peningkatan pengetahuan melalui kebiasaan membaca buku dinilai menjadi bagian penting dalam pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga
Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 22 Agustus 2026 tersedia lima perjalanan. Cek jadwal keberangkatan dari kedua stasiun.
BNI membuka exclusive presale konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta. Nasabah bisa mendapat diskon tiket hingga 20% dan cicilan 12 bulan.