BEDAH BUKU: Tingkatkan Daya Saing UMKM dengan Branding

Media Digital
Media Digital Jum'at, 11 September 2026 06:02 WIB
BEDAH BUKU: Tingkatkan Daya Saing UMKM dengan Branding

Suasana saat digelarnya bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung Dipraktikkan oleh UMKM di Kalurahan Tridadi, Sleman, Kamis (10/9)./ Harian Jogja - Catur Dwi Janati

SLEMAN— DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku Rahasia Sukses Branding UMKM: 16 Rahasia Branding yang Bisa Langsung Dipraktikkan oleh UMKM di Kalurahan Tridadi, Sleman, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya mendorong pelaku usaha lokal memanfaatkan kekuatan branding sekaligus mengembangkan strategi pemasaran digital.

Anggota DPRD DIY Tri Nugroho menjelaskan kegiatan peningkatan kapasitas branding UMKM melalui bedah buku tersebut telah digelar sebanyak tiga kali. Kegiatan itu digencarkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan sektor pariwisata dan pemasaran digital.

Menurut Tri, potensi pariwisata yang dimiliki DIY perlu diikuti dengan penguatan produk UMKM masyarakat agar peluang ekonomi yang muncul dapat turut dirasakan pelaku usaha lokal.

“Dengan pariwisata yang gencar kayak begini, saya berharap UMKM ikut terangkat, pendapatan mereka bisa bertambah. Paling enggak UMKM bisa mem-branding masing-masing untuk bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Tri, Kamis.

Ia mengakui secara kualitas, banyak produk UMKM sebenarnya sudah mumpuni. Namun, dari sisi branding, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum mengoptimalkannya.

“Itulah sebabnya, lewat bedah buku ini pelaku UMKM dibekali literasi branding yang bisa dipraktikkan pada usahanya,” ujarnya.

Tri mengatakan tidak sedikit pelaku UMKM yang masih menggunakan metode branding lama. Karena itu, ia mendorong pelaku usaha mulai memanfaatkan pendekatan digital untuk memperluas jangkauan pemasaran dan mengenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

3 Langkah Utama

Editor Penerbit Cantrik Pustaka, Naufil Istikhari, menuturkan dari 16 rahasia branding yang diulas dalam buku tersebut, setidaknya terdapat tiga langkah prioritas yang perlu dilakukan pelaku UMKM.

Ketiga langkah tersebut yakni menentukan variabel pembeda, menciptakan kenyamanan pelanggan, serta membangun visi yang ingin disampaikan kepada konsumen.

“Paling prioritas untuk dipraktikkan itu sebenarnya adalah pembeda. Jadi, ketika mau jualan, pelaku usaha harus punya sesuatu yang beda dengan produk-produk yang lain. Itu yang harus dipikirkan,” ucapnya.

Menurut Naufil, aspek kenyamanan pelanggan juga menjadi bagian penting dalam branding. Pelanggan perlu mendapatkan pengalaman dan kesan positif dari produk yang ditawarkan sehingga memiliki alasan untuk kembali membeli.

“Yang terakhir adalah visi dari produk yang ingin dijajakan. Jadi, misalnya nilai yang ingin dibangun. Pembedanya itu dari sisi nilainya. Misalnya apa yang menarik dari produk-produk lain,” jelasnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY Budiyono mengatakan masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki bekal pengetahuan mengenai branding maupun cara mempromosikan produk secara tepat.

Karena itu, DPAD DIY berupaya membantu pelaku UMKM memahami ilmu branding melalui pendekatan literasi, salah satunya dengan menggelar kegiatan bedah buku.

“Kami bantu untuk mem-branding UMKM sehingga hasil pemasarannya tuh lebih memuaskan,” jelasnya.

Budiyono berharap kegiatan bedah buku yang digelar DPRD DIY bersama DPAD DIY tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan literasi, tetapi dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha.

“Sehingga tujuan utama dari perpustakaan adalah menuju ke kesejahteraan. Sehingga slogan buku, buka, baca, bisa, benar-benar bisa diwujudkan. Nah, ‘bisa’ itu adalah praktik daripada buku yang sudah dibaca,” pungkasnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online