Bentengi Diri dari Jeratan Judol dengan Membaca
Bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online digelar di Pendopo Tego Teges, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara (depan, kelima kanan), berfoto bersama peserta bedah buku di Pendopo Tego Teges, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (18/9/2026). (Harian Jogja/Khairul Ma’arif)
KULONPROGO — Bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online digelar di Pendopo Tego Teges, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY tersebut digelar untuk membentengi masyarakat dari bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol), sekaligus menyosialisasikan budaya baca.
Sejumlah narasumber dari kalangan praktisi hingga anggota DPRD DIY dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Peserta bedah buku berasal dari masyarakat umum dan tokoh masyarakat. Mereka diharapkan dapat menyebarluaskan informasi mengenai bahaya judol dan pinjol kepada lingkungan terdekat masing-masing.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Ika Damayanti Fatma Negara, mengajak masyarakat, baik yang belum pernah bermain judol maupun yang sudah terlibat, untuk menjauhi aktivitas tersebut.
Ika juga meminta peserta bedah buku menyebarluaskan informasi mengenai bahaya judol yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
Dia menjawab keresahan masyarakat mengenai masih banyaknya situs judol meski telah dilakukan pemblokiran. Menurutnya, situs judol dapat kembali muncul dengan cepat sehingga pemberantasannya tidak mudah.
"Situs judol itu sudah diblokir, tetapi gampang tumbuh lagi. Inilah hal yang kita perangi adalah sistem, sehingga sulit," katanya di hadapan peserta bedah buku, Jumat.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengimbau para orang tua yang memiliki anak dan remaja agar memberikan kegiatan positif sehingga mereka tidak hanya menghabiskan waktu dengan bermain gadget.
Menurutnya, waktu luang yang tidak diisi dengan kegiatan positif dapat membuat generasi muda mencari aktivitas lain, termasuk bermain judol. Karena itu, dia mendorong anak-anak dan remaja mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan maupun olahraga.
"Kalau ada lapangan voli, ya bermain voli. Kalau ada karawitan, main karawitan agar tidak hanya bermain ponsel," ujarnya.
Sementara itu, praktisi Septi Nur menceritakan dampak judi online yang terjadi di lingkungan terdekatnya. Dia mengaku memiliki kerabat yang bermain judol hingga menghabiskan harta benda keluarganya.
"Sepupu saya bermain judol hingga ludes Rp800 juta dan belum lunas, rumahnya sampai hendak dijual," ujarnya.
Menurut Septi, kerabatnya tersebut kemudian terjerat pinjol setelah mengalami kerugian akibat bermain judol. Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan dari kecanduan judi online.
Septi mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba bermain judol dan tidak mudah tergiur berbagai tawaran yang menjanjikan keuntungan.
Editor buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online, Aminuddin, mengatakan masyarakat di era digital perlu memiliki kemampuan untuk melihat sisi positif dan negatif dari perkembangan teknologi.
Menurut dia, judi online dan pinjaman online merupakan contoh sisi negatif dunia digital. Sementara itu, teknologi digital juga memberikan berbagai kemudahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti berjualan dan mempromosikan produk.
"Sebaliknya, judol malah menghancurkan kita. Buku ini memberikan sudut pandang praktis, tidak hanya secara teoritis, terkait sistem kerja judol dan pinjol yang dapat memakan korban secara masif. Tentunya di buku ini juga terdapat prinsip hidup aman dari judol dan pinjol," ujarnya.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Hadi Pranoto, menegaskan penyebaran budaya baca yang dilakukan instansinya tidak hanya melalui kegiatan bedah buku.
Berbagai kegiatan literasi juga digelar untuk memperluas budaya baca dan meningkatkan minat masyarakat terhadap buku.
"Tidak hanya lewat bedah buku, banyak sudah kami lakukan seperti Festival Literasi selama tujuh hari dan Jogja Book Fair selama sebelas hari yang dibersamai pameran arsip," ujarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online digelar di Pendopo Tego Teges, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.
Upaya menggaungkan budaya membaca melalui kegiatan bedah buku terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.
Bedah buku Negara dan Darurat Digital, Jerat Platform Judi Online dan Pinjaman Online digelar di Pendopo Tego Teges, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.
Lokasi SIM Keliling Sleman malam hari Sabtu 19 September 2026 tersedia di Sleman City Hall. Cek jadwal, syarat, dan ketentuannya.
SIM Keliling Polda DIY Sabtu 19 September 2026 melayani perpanjangan SIM A dan C. Cek lokasi, jadwal, syarat, dan biaya.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 19 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.