Alumni Sekolah Vokasi UGM Didorong Perkuat Akses Magang dan Peluang Kerja Mahasiswa

Media Digital
Media Digital Sabtu, 24 Oktober 2026 18:02 WIB
Alumni Sekolah Vokasi UGM Didorong Perkuat Akses Magang dan Peluang Kerja Mahasiswa

etua Umum Kavogama periode 2021-2026, Mas Yanto Herlianto (berdiri) menyampaikan materinya dalam Temu Alumni dan Munas Kavogama 2026 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) UGM, Sabtu (24/10).

SLEMAN—Alumni Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) berperan penting dalam membantu mahasiswa memasuki dunia kerja, mulai dari membuka akses magang hingga terlibat langsung dalam pembelajaran di kampus.

Pengalaman alumni di berbagai sektor industri dinilai dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wiryanta, mengatakan kolaborasi antara kampus dan alumni perlu terus diperkuat agar lulusan vokasi tetap memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Wiryanta menilai pengalaman setelah meninggalkan bangku kuliah juga dapat memperluas cara pandang seseorang. Ketika sudah berhadapan langsung dengan berbagai persoalan di masyarakat dan dunia kerja, alumni memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Ketika terlepas dari institusinya, melihat informasi yang banyak, melihat peluang yang banyak di sekitarnya, melihat tantangan yang banyak di sekitarnya, akhirnya menimbulkan daya kreasi, daya cipta untuk beraktualisasi dan memberikan manfaat kepada dirinya, juga kepada lingkungan di sekitarnya,” kata Wiryanta dalam Temu Alumni dan Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Alumni Sekolah Vokasi UGM (Kavogama) 2026 di Gedung Teaching Industry Learning Center (TILC) UGM, Sabtu (24/10/2026).

Selain membuka akses magang, alumni juga berpeluang terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan di Sekolah Vokasi UGM.

Wiryanta menyebut keterlibatan praktisi industri dalam pembelajaran menjadi salah satu kebutuhan kampus. Karena itu, alumni yang memiliki keahlian di bidang masing-masing dapat berkontribusi sebagai pengajar di program studi.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyiapan mahasiswa memasuki dunia kerja, tetapi juga berkembang ke bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Wiryanta mengatakan keterlibatan alumni juga penting untuk menjaga capaian lulusan Sekolah Vokasi UGM dalam memasuki dunia kerja.

Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar separuh lulusan telah memperoleh pekerjaan sebelum menyelesaikan studi. Sementara itu, sekitar 80% lulusan disebut mendapatkan pekerjaan dalam waktu sekitar tiga bulan setelah lulus.

Dia menambahkan, data penelusuran alumni (tracer study) menjadi salah satu acuan kampus untuk mengevaluasi kualitas pendidikan sekaligus melihat kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Wiryanta, lulusan pendidikan vokasi secara nasional memiliki masa tunggu kerja yang cenderung lebih singkat dibandingkan lulusan jalur akademik.

Sekolah Vokasi UGM bahkan pernah mencatat capaian sebagai salah satu unit pendidikan dengan lulusan yang paling cepat memperoleh pekerjaan di lingkungan UGM.

Kavogama Didorong Jadi Ruang Bermanfaat bagi Alumni

Sementara itu, Ketua Umum Kavogama periode 2021–2026, Mas Yanto Herlianto, menegaskan organisasi alumni harus menjadi ruang yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya, bukan sekadar tempat berkumpul berdasarkan kesamaan almamater.

Dia menekankan tiga peran yang perlu diperkuat Kavogama ke depan, yakni sebagai jejaring pengaman sosial, jembatan antara industri dan kampus, serta wadah pengabdian alumni untuk masyarakat.

Melalui jejaring sosial tersebut, alumni diharapkan dapat saling membantu ketika menghadapi persoalan, termasuk saat membutuhkan pekerjaan, dukungan usaha, maupun bantuan ketika sakit.

Di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, dia mengajak alumni membuka peluang magang bagi mahasiswa, membantu proses rekrutmen, serta menjadi mentor bagi calon lulusan Sekolah Vokasi UGM.

“Jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor industri merupakan modal penting untuk menjaga relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja,” ucap Yanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online