Advertisement
Tingkatkan Kualitas SDM lewat Pengetahuan dan Budaya Membaca
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro (tengah) berfoto bersama para pembicara dan narasumber dalam bedah buku Panduan Bisnis Online di Pendopo Garudayaksa, Kanggotan, Kapanewon Pleret, Bantul, Rabu (8/4/2026) Kiki Luqman - Harian Jogja
Advertisement
Pengetahuan menjadi sarana penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku berjudul Panduan Bisnis Online yang digelar di Pendopo Garudayaksa, Kanggotan, Kapanewon Pleret, Bantul, Rabu (8/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa bedah buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara DPRD DIY dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY. “Pertemuan ini terinisiasi dari kerja sama dengan DPAD DIY untuk menggelar kegiatan bedah buku sebagai bagian dari penguatan literasi masyarakat,” ujarnya, Rabu.
Advertisement
Menurutnya, selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas masyarakat melalui pengetahuan juga menjadi hal penting. Salah satunya dengan menghadirkan tema bisnis online yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa memberi manfaat langsung, terutama dalam meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat,” katanya.
BACA JUGA
Sementara itu, editor buku Panduan Bisnis Online, Eny Damayanti, menjelaskan bukunya disusun sebagai panduan praktis bagi masyarakat yang ingin mulai berbisnis secara daring. Materi dalam buku disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyesuaikan target pembaca. “Buku ini diharapkan bisa menjadi panduan untuk memahami bisnis online, mulai dari dasar hingga praktiknya,” ujarnya.
Dia memaparkan, dalam buku tersebut dibahas berbagai peluang usaha, baik penjualan produk fisik maupun jasa.
Selain itu juga dijelaskan sumber pendapatan seperti affiliate, periklanan, hingga konten digital. “Bisnis online itu fleksibel, bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas ruang. Bahkan jualan bisa dilakukan dari rumah,” katanya.
Kebiasaan Membaca
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengungkapkan bahwa literasi masyarakat Indonesia sejauh ini memang masih perlu mendapatkan perhatian serius.
Dia menambahkan, perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Akses informasi yang mudah melalui gawai kerap justru mengganggu konsentrasi membaca.
Menurutnya, kebiasaan membaca yang dibarengi dengan aktivitas menulis, meski hanya beberapa menit setiap hari, dapat memberikan manfaat besar, termasuk dalam menjaga kesehatan kognitif.
“Membaca lewat ponsel itu banyak distraksi, notifikasi bisa mengganggu. Karena itu kami dorong kembali membaca buku cetak agar lebih fokus," katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement









