Advertisement

Tingkatkan Literasi Sekaligus Penguatan Ekonomi Warga

Media Digital
Rabu, 29 April 2026 - 11:27 WIB
Sunartono
Tingkatkan Literasi Sekaligus Penguatan Ekonomi Warga Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik saat menjadi pembicara dalam bedah buku Usaha Beternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Gombang, Gombang, Ponjong, Senin (27/4). - Harian Jogja/David Kurniawan.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Usaha Ternak Ayam Kampung Super di Balai Padukuhan Gombang, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Senin (27/4). Kegiatan ini menggabungkan upaya peningkatan literasi dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan bedah buku merupakan agenda rutin sebagai bagian dari penguatan budaya baca.

Advertisement

Ia menyebutkan berdasarkan survei terbaru, tingkat kegemaran membaca masyarakat DIY relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Meski demikian, peningkatan tetap diperlukan. Dari setiap 1.000 penduduk, baru sekitar 45 orang yang memiliki kebiasaan membaca buku. “Apa yang sudah baik harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui program bedah buku seperti ini,” ujar Gus Im, sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan literasi perlu diarahkan agar berdampak pada produktivitas masyarakat. Pengetahuan dari buku diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menambahkan tema buku yang dibedah dinilai relevan dengan kondisi masyarakat setempat karena memuat panduan praktis beternak ayam kampung super yang masih berpotensi dikembangkan.

“Wilayah ini masih memiliki lahan yang cukup luas untuk pengembangan peternakan, sehingga peluang usaha ini terbuka dan berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Darno, mengaku memperoleh pengetahuan baru terkait dengan teknik beternak ayam kampung super dan termotivasi untuk mengembangkan usaha yang telah dirintisnya. “Selama ini masih skala kecil. Dengan tambahan pengetahuan ini, saya ingin mengembangkan usaha agar lebih produktif,” katanya.

Sementara itu, Pustakawan DPAD DIY, Hari Setyawan, mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan perpustakaan yang telah disediakan pemerintah daerah secara optimal.

“Fasilitas perpustakaan ini merupakan layanan publik yang bersumber dari pajak masyarakat, sehingga pemanfaatannya perlu dimaksimalkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke perpustakaan fisik dapat memanfaatkan layanan perpustakaan digital melalui aplikasi i-Jogja. Koleksi yang tersedia dinilai relevan dengan kebutuhan dan potensi daerah. “Layanan ini dapat diakses secara gratis, cukup dengan koneksi internet dan akun email, sehingga memudahkan masyarakat untuk membaca kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Hari menambahkan pemerintah berperan menyediakan fasilitas, namun keberhasilan membangun budaya membaca sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. “Kami berharap masyarakat turut menyosialisasikan layanan ini, terutama kepada generasi muda di lingkungan keluarga, agar budaya membaca dapat tumbuh dan berkembang,” ujarnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

GISLI Gunungkidul Dikukuhkan, Dorong Nelayan Lebih Sejahtera

GISLI Gunungkidul Dikukuhkan, Dorong Nelayan Lebih Sejahtera

Gunungkidul
| Rabu, 29 April 2026, 12:07 WIB

Advertisement

Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan

Korban Perempuan Kecelakaan KA Hadapi Beban Ganda Saat Pemulihan

Lifestyle
| Selasa, 28 April 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement