DPAD DIY Kembangkan Arsip Interaktif untuk Generasi Muda
DPAD DIY kembangkan layanan arsip interaktif melalui diorama, infografis, dan digitalisasi agar lebih mudah diakses masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Purwanto saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Stunting dan Perkembangan Anak di Balai Perdukuhan Tompak, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Rabu (4/3/2026)
JOGJA-Anggota DPRD DIY, Purwanto, meminta para orang tua untuk benar-benar memperhatikan perkembangan anak. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mencetak generasi muda unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Pola asuh ini sangat penting untuk mencetak anak-anak muda yang cerdas, pintar dan memiliki daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, asupan gizi bagi anak-anak juga harus diperhatikan,” kata Purwanto saat menjadi pembicara dalam bedah buku Stunting dan Perkembangan Anak di Balai Perdukuhan Tompak, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Rabu (4/3/2026).
Untuk mencetak anak-anak yang cerdas dan pintar, salah satu yang perlu diperhatikan adalah faktor gizi. Itulah sebabnya, kata Purwanto, angka kasus stunting harus ditekan. Masyarakat pun diminta ikut berperan di dalamnya.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subiyanto sudah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi muda yang unggul. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program ini, meski pelaksanaannya terus dilakukan penyempurnaan agar berjalan dengan baik.
“Baru pertama jadi upaya perbaikan terus dilakukan. Ini program bagus karena memberikan asupan gizi yang baik agar anak dapat semakin cerdas dan pintar,” katanya.
Meski demikian, pemberian asupan gizi yang baik oleh pemerintah hanya sepertiga dari kebutuhan total dalam satu hari. Adapun kekurangannya yang duapertiga masih menjadi tanggung jawab para orang tua. “Memang harus saling.berkolaborasi. Di sekolah ada bantuan makan dari pemerintah, sedangkan saat di rumah pemenuhan gizi menjadi tetap tanggungan orang tua,” katanya.
Wisata Edukasi
Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono, mengatakan program bedah buku tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan anggota DPRD DIY. Adapun, tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Program literasi masih butuh peningkatan. Selain itu, dengan membaca buku juga bisa menambah pengetahuan dan wawasan,” kata Budiyono.
Didalam kesempatan ini, ia juga memperkenalkan koleksi buku yang dimiliki DPAD DIY yang mencapai ratusan ribu eksemplar. Salah satunya berjudul Stunting dan Perkembangan Anak yang dibedah di Balai Perdukuhan Tompak, Wiladeg. “Kami juga memiliki program wisata edukasi di Kantor DPAD DIY yang memiliki banyak fasilitas mulai dari film enam dimensi hingga diorama sejarah tentang DIY,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Lilik, mengaku senang dengan kegiatan ini. Pasalnya, banyak manfaat yang diperoleh mulai dari menambah wawasan tentang pencegahan stunting hingga bertemu dengan wakil rakyat dari daerah pemilihan di Gunungkidul. “Buku yang dibedah ini sangat bagus karena memberikan pemahaman tentang bagaimana pengasuhan anak agar tidak tumbuh normal,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY kembangkan layanan arsip interaktif melalui diorama, infografis, dan digitalisasi agar lebih mudah diakses masyarakat.
Jalur Singolangu Gunung Lawu kembali ramai menjelang Suro. Jalur klasik ini menyimpan sejarah, petilasan, dan tradisi lereng Lawu.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan ringan pada Senin, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Serang.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai AS-Iran telah tercapai. Selat Hormuz disebut akan dibuka kembali dan blokade laut dicabut.
Harga emas Pegadaian 15 Juni 2026 stabil. Emas Antam Rp2,82 juta per gram, UBS Rp2,709 juta, dan Galeri24 Rp2,696 juta.
Askab PSSI Sleman periode 2026-2030 resmi dilantik dengan fokus pada pembinaan usia dini, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas kompetisi.